Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan


Aku bertanya pada Bunda, bagaimana memilih Lelaki Sejati ?
Bunda menjawab, Nak..........

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
Tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,
Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati ditempat
bekerja,
Tetapi dari bagaimana dia dihormati di dalam rumah

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,
Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,
Tetapi dari hati yang ada dibalik itu

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yg memuja,
Tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari barbel yang dibebankan,
Tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci,
Tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca

- So Jangan Sampai Salah Memilih Yach !!! -


Oleh : Tontowy Djauhari Hamzah  (hamzah@dnet.net.id)

KOMUNITAS Tionghua pada berbagai sisi justru terlihat lebih mendekati miniatur Indonesia dibanding komunitas lainnya. Dari sudut kultur/bahasa misalnya, kita akan menemui komunitas Tionghua yang berbahasa Jawa (bahkan berbudaya Jawa) di kawasan Pulau Jawa, sebagaimana bisa kita lihat pada sosok Liem Swie King (pebulutangkis) yang medok, juga Jaya Suprana, pengusaha Jamu yang tidak bisa menggunakan sumpit dan fasih berbahasa Jawa halus.

Dari Sumatera ada Anton Medan, mantan preman yang kini jadi juru dakwah agama Islam, ada juga Sofyan Wanandi kelahiran Sumatera Barat, yang masih kental logat Sumbar-nya meski bertahun-tahun tinggal di Jakarta. Bahkan hampir di tiap daerah kita bisa menemukan etnis Tionghua dengan kultur dan bahasa setempat. Bahkan dengan nama setempat.

Dari sudut profesi juga demikian. Memang yang menonjol dari komunitas Tionghua ini adalah pedagang, namun pada kenyataannya, komunitas ini bergerak di berbagai bidang keprofesian, meski tidak terlalu menonjol namun cukup signifikan untuk menyatakan adanya pluralitas dalam profesi mereka.

Sebagaimana pernah diungkapkan oleh TEMPO edisi 22 Februari 1999, komunitas Tionghua tidak hanya memiliki tokoh-tokoh seperti Liem Sioe Liong dan sebagainya, juga ada tokoh-tokoh idealis seperti Christianto Wibisono, Arief Budiman dan Soe Hok Gie. Bahkan pada generasi yang lebih mudanya bisa ditemui Esther Indahyani Yusuf, dan Enin Supriyanto.

Dari sudut agama juga demikian. Hampir semua agama formal yang berlaku di Indonesia ini memiliki penganut dari etnis Tionghua. Meskipun sebagian besar beragama non-Islam. Namun demikian tokoh keturunan Tionghua yang beragama Islam cukup mendapat tempat yang terhormat, seperti Prof. Hembing, dan Syafi'i Antonio yang sangat memahami seluk-beluk perbankan Islam.

Dari beberapa sudut pandang ini, bisa dikatakan komunitas Tionghua merupakan miniatur dari bangsa Indonesia yang majemuk. Dari segi jumlah, komunitas Tionghua tidak kalah potensialnya, karena mencapai sekitar 9 juta Jiwa, bandingkan dengan komunitas Timtim yang cuma 750.000 jiwa dan lebih homogen dalam hal agama (Katholik).

Keberagaman yang menjadi bagian dari komunitas Tionghua di Indonesia, sayangnya tidak tersosialisasikan secara baik. Entah siapa yang melakukan disinformasi tentang ini. Dan entah apa maksudnya. Yang jelas, komunitas Tionghua diidentikkan dengan atribut-atribut seperti:

1. Pedagang
2. Kaya
3. Non Islam (khususnya Kristen/Katholik)
4. Eksklusif

Sebaliknya, komunitas Tionghua juga mendapat pasokan informasi yang keliru tentang pribumi, yang selalu diidentikkan dengan sifat-sifat pemalas, kasar, tidak jujur, Islam, kampungan dan sebagainya. Kesalah-pahaman itu tentu saja kalau terus dibiarkan akan menciptakan suasana yang kurang nyaman, bahkan lebih jauh dari itu. Oleh karena itu perlu adanya sebuah forum terbuka yang mengklarifikasikan hal ini.

Komunitas Tionghua sudah berada di kawasan Nusantara ini sejak ratusan tahun silam, jauh sebelum kawasan Nusantara ini dijajah Belanda. Berarti komunitas Tionghua punya hak yang sama dengan komunitas lainnya, yang ketika itu sama-sama bukan warga negara Indonesia, karena negara Republik Indonesia belum terbentuk. Dari sudut pandang ini, maka bisa dikatakan bahwa kita semua adalah nonpri, karena nenek moyang kita bukan warga negara Indonesia, sebab Negara RI baru ada sejak 17 Agustus 1945.

Nilai-nilai Islam menegaskan bahwa bumi ini ciptaan Tuhan, dan siapa saja berhak menarik manfaat darinya. Nabi Muhammad adalah penduduk Mekkah yang kemudian berpindah (hijrah) ke Madinah. Di Madinah, Nabi Muhammad adalah nonpri, yang pada akhirnya bisa menjadi pemimpin umat (semacam kepala negara) di sana, karena memang rakyat banyak memilihnya (bukan hanya kerabat-teman yang ikut hijrah bersamanya).

Jadi, masalah komunitas Tionghua di Indonesia lebih banyak bertumpu kepada adanya kesalah-pahaman diantara kedua-belah pihak. Sayangnya, kondisi salah-paham seperti itu justru dipelihara oleh sebuah kepentingan, sehingga komunitas Tionghua cenderung manjadi sasaran pelampiasan kekecewaan masyarakat (pribumi) terhadap kondisi sosial-politik yang terjadi.

Oleh karena itu kesalah-pahaman inilah yang harus dikikis. Perlu adanya forum terbuka seperti CNN, perlu adanya sebuah parpol yang agenda utamanya menangani masalah ini, perlu ada media cetak yang juga concern terhadap masalah ini.









Sumber : Tionghoa-Net
Seorang pemuda dengan bangga dan penuh cinta berjalan di atas karpet merah bertabur bunga. Ia merasa dirinya orang yang paling bahagia di dunia. Seorang bidadari cantik yang baik hati telah bersedia menjadi istrinya di pelaminan. Pada hari pernikahannya ini, ia berjanji untuk mencintai istrinya hingga akhir hayatnya. Hidup mereka semakin sempurna dengan lahirnya seorang putri cantik yang sehat dan pintar.

Memasuki pernikahan ini, ia membawa dengan dirinya, suatu kebiasaan buruk yang sudah ada sejak dirinya menginjak bangku kuliah: merokok. Kebiasaan merokok ini ia lakukan di mana saja, dan hampir kapan saja. Saat sehabis makan, saat penat dan stress, saat lapar dan mengantuk, di meja makan, di ruang tamu, di kamar tidur, di kantor, bahkan saat berekreasi akhir pekan dengan istri dan anaknya. Sang istri dengan sabar menasehati agar ia meninggalkan kebiasaan buruknya tersebut karena kebiasaan ini jelas merugikan kesehatan dirinya, dan asap rokok yang dihembusnya lebih berbahaya lagi yang harus terhirup sang istri dan anaknya.

Pertama-tama dinasehati dan ditegur, ia hanya menganggapnya angin lalu. Namun lama-kelamaan, ia mulai merasa bosan dan tersinggung dengan teguran tersebut. "Bertahun-tahun kamu menasehati saya dengan nasehat yang sama! Kamu kira saya bodoh?? Saya sudah tahu apa yang kamu bicarakan. Tapi rokok itu sahabat sejati saya yang selalu menemani kalau saya sedang stress dan buntu!! Lebih baik kamu menerima saya apa adanya!!! Sudah tutup mulutmu sana!"bentak sang suami yang sudah bosan dengan teguran istrinya dan melupakan janji yang ia ikrarkan pada hari pernikahan.

Sejak saat itu, sang istri memutuskan untuk tidak menegur suaminya lagi tentang kebiasaan merokok tersebut, dan ia pasrah apabila harus menghirup asap rokok yang dihembuskan suaminya. Tahun demi tahun berlalu, suatu hari sang istri menemukan benjolan di payudaranya yang kemudian setelah di cek ke dokter, ada tumor pada bagian tersebut. Tak lama berselang, dokter juga menemukan bahwa sang suami terserang kanker paru-paru stadium 3.

Di saat itulah ia baru tersadar, bahwa rokok yang selama ini menjadi sahabat sejatinya telah menikamnya dalam-dalam dari belakang. Bahwa sahabatnya yang paling sejati, istrinya, justru juga telah tertikam oleh kebiasaannya merokok. Bahwa buah hati mereka yang lugu dan penuh harapan kehidupan yang indah harus terancam menjadi yatim-piatu oleh penyakit ganas yang diidap oleh kedua orangtuanya.
Teruntuk,
Bundaku tersayang...


Dear Bunda...

Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja...nanda juga di sini baik-baik saja bunda... Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda.... J

Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat...

Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini... tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan nanda, sakit banget bunda....badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik... dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan.

Tapi nanda tidak kecewa kok bunda... karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga Nya.

Bunda, nanda mau cerita, dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada Allah, mengapa bunda meluruhkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian di sini? Apa bunda tidak sayang sama nanda? Bunda tidak ingin mencium nanda? Atau jangan-jangan karena nanti nanda rewel dan suka mengompol sembarangan? Lalu Allah bilang, bunda kamu malu sayang... kenapa bunda malu? karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram... anak haram itu apa ya Allah? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah... Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah, ya Allah, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali nabi Adam dan Isa? Allah yang Maha Tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang syah dan Allah Ridhoi. Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.

Bunda, nanda malu terus-terusan nanya sama Allah, walaupun Dia selalu menjawab semua pertanyaan nanda tapi nanda mau nanyanya sama bunda aja, pernikahan itu apa sih? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah? Kenapa bunda membuat nanda jadi anak haram dan mengapa bunda mengusir nanda dari rahim bunda dan tidak memberi kesempatan nanda hidup di dunia dan berbakti kepada bunda? Hehe,,,maaf ya bunda, nanda bawel banget... nanti saja, nanda tanyakan bunda kalau kita ketemu J

Oh ya Bunda, suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan nanda ke tempat yang katanya bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal nanda di syurga. Di situ banyak orang yang dibakar pake api lho bunda...minumnya juga pake nanah dan makannya buah-buahan aneh, banyak durinya...yang paling parah, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar kaya sate gitu, serem banget deh bunda.

Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang sama nanda, Nak, kalau bunda dan ayahmu tidak bertaubat kelak di situlah tempatnya...di situlah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya. Seketika itu nanda menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah jangan dimasukkan ke situ.... nanda sayang bunda... nanda kangen dan ingin bertemu bunda... nanda ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan nanda ingin kita tinggal bersama di syurga... nanda takut, bunda dan ayah kesakitan seperti orang-orang itu...

Lalu, dengan lembut malaikat berkata... nak,kata Allah kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di syurga bersamamu, tulislah surat untuk mereka... sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di syurga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu.

Saat mendengar itu, segera saja nanda menulis surat ini untuk bunda, menurut nanda Allah itu baik banget bunda.... Allah akan memaafkan semua kesalahan makhluk Nya asal mereka mau bertaubat nasuha... bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini... nanti nanda jemput bunda dan ayah di padang Mahsyar deh... nanda janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda, soalnya kata Allah di sana panas banget bunda... antriannya juga panjang, semua orang sejak jaman nabi Adam kumpul disitu... tapi bunda jangan khawatir, Allah janji, walaupun rame kalo bunda dan ayah benar-benar bertaubat dan jadi orang yang baik, pasti nanda bisa ketemu kalian.

Bunda, kasih kesempatan buat nanda ya.... biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, nanda juga mohon banget sama bunda...jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang sama dengan nanda, biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan itu. Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak.

Sudah dulu ya bunda... nanda mau main-main dulu di syurga.... nanda tunggu kedatangan ayah dan bunda di sini... nanda sayang banget sama bunda....muach!
Masa muda adalah masa yang paling energik bagi anak muda, masa di mana kita mencari tahu siapa sebenarnya diri kita, masa di mana kita memaksimalkan potensi kita, masa di mana karakter kita akan terbentuk, masa di mana kita mulai mencari tujuan hidup kita. Namun, ada juga yang mengatakan masa muda adalah masa yang paling tepat untuk mencari pasangan/pacar. “Kapan lagi? Mumpung masih muda”. Apakah benar ?? Sudahkah waktunya ? Sudah siapkah ?

Kapankah saat yang tepat untuk memutuskan mempunyai pasangan hidup ?
* Saat kita sudah mempunyai tujuan hidup
* Saat kita telah memiliki karakter yang benar

Namun, kedua hal di atas tidak akan tercapai jika hubungan kita dengan Tuhan belum benar.
Pengkotbah 3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.

Sesuatu yang didapatkan sebelum waktunya, maka sesuatu itu akan membuat kita tidak maksimal.
Begitu juga dengan pacaran.
Pacaran ada saatnya, ada waktunya, ada masanya, tetapi jika kita memutuskan untuk pacaran sebelum waktunya, hampir dapat dipastikan kita akan menjadi tidak maksimal dalam hidup.

Jika seorang pria terlalu cepat untuk memutuskan mempunyai pasangan, maka pria tersebut akan kehilangan waktunya untuk memaksimalkan potensinya. Dan jika seorang wanita terlalu cepat untuk memutuskan mempunyai pasangan, maka wanita tersebut akan kehilangan kesempatan untuk menjadi wanita yang dewasa.

Pacaran yang dimulai tanpa ditemukannya dahulu tujuan hidup dari pihak pria maupun wanitanya, maka akan menghasilkan pacaran yang tidak mempunyai tujuan yang benar. Demikian juga, pacaran yang dimulai tanpa ada karakter yang benar, maka akan menghasilkan pacaran yang tidak kudus.

Jadi sekarang, apa yang harus dilakukan anak muda terlebih dahulu ?
1. Pakailah masa muda untuk mengenal Tuhan
sprti yg di kutip dr sebuah kitab suci yg berbunyi Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kau katakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya !” Karena hanya Tuhan yang tahu tujuan hidup kita dan hanya Tuhan yang tahu talenta/potensi yang ada pada kita. Jika di waktu muda ini kita lebih mengutamakan untuk mencari pasangan dahulu, maka akan sulit bagi kita untuk bisa mengenal Tuhan lebih intim dan akan sulit buat kita untuk mengutamakan Tuhan.

2. Pakailah masa muda untuk membentuk karakter
Lewat apa? Lewat Firman Tuhan dan komunitas yang benar.
Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?
Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
Karakter Baik akan terbentuk ketika kita tetap tinggal dalam Firman Tuhan dan akan dipertajam ketika kita tinggal dalam komunitas yang benar.

3. Pakailah masa muda untuk menjawab kebutuhan orang lain.
Berusahalah untuk memakai potensi/talenta yang sudah diberikan Tuhan untuk menjawab kebutuhan orang lain
(keluarga, teman, orang-orang di sekitar kita).

Maksimallah dalam melakukan ketiga hal tersebut, karena ketiga hal tersebut pasti akan kita lakukan juga kepada pasangan hidup kita kelak. Akan tetapi, jika kita mendahulukan untuk pacaran dulu, maka akan sulit buat kita untuk maksimal dalam melakukan ketiga hal tersebut.

Siapakah pasangan hidupku ?

Memilih pasangan hidup tidak hanya cukup ditentukan oleh perasaan, rasa suka, ataupun ketertarikan fisik belaka.
Banyak pertimbangan-pertimbangan lain yang harus diperhatikan juga.

*Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya.
Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan?
Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
(Kutipan dr ayat'' kitab suci)

Kita harus mempunyai dan menjadi pasangan yang seimbang dengan pasangan kita.
Seimbang bukan berarti cocok, melainkan bisa saling melengkapi.
Dapat seimbang/melengkapi dalam hal iman kepercayaan, visi/tujuan hidup, kerohanian, pekerjaan, keluarga, keuangan, kelemahan dan kelebihan, dan lain-lain.

Kenalilah dahulu siapa yang menjadi pasangan hidup kita. Kenalilah siapa dia, bagaimana karakternya, bagaimana tujuan hidupnya, bagaimana hubungan dia dengan Tuhan, bagaimana gaya hidupnya, bagaimana keluarganya, bagaimana pergaulannya, apa kelebihan dan kelemahannya, dan bagaimana perlakuan dia kepada orang lain.
Ketika kita sudah memilih seseorang menjadi pasangan hidup kita itu berarti kita sudah siap menerima segala kelemahan dia, baik yang sudah kita ketahui sekarang, maupun yang belum kita ketahui.

Seorang pria harus mempunyai tujuan hidup dan dapat menjadi raja & imam.
Seorang wanita jg harus bisa menjadi penolong buat pasangannya dan mempunyai sifat yang lemah lembut dan hati yang tentram.

Karena itu, carilah pasangan yang tepat dan jadilah pasangan yang tepat buat pasangan Anda.
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka".
god blessing u and family

Tips Menjadi pria idaman...?
Pria idaman adalah pria yang...seperti di kutip di bawah ini :
Ketika belum menikah
  1. Bertaqwa, bersih hati, menghindari perkara yang meragukan, senantiasa takut pada Allah baik dalam keadaan terlihat maupun tersembunyi
  2. Memilih wanita karena agamanya, bukan lantaran kecantikan, harta atau kedudukan semata. Standar agama menghormati eksistensi wanita. Dia tak akan menjadikan wanita mainan semata
  3. Memperhatikan kebersihan luar-dalam
  4. Menjaga kebugaran tubuh, tidak membiarkan lemak dan kolesterol bersarang di tubuh
  5. Memiliki kemampuan untuk mengerem amarahnya. Bijaksana dalam mengelola konflik, tidak main tangan
  6. Bijaksana, mengobati aib tanpa melukai, selalu bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah
  7. Menghargai sifat malu seorang wanita
  8. Bersikap lemah lembut dan tahu bagaimana berbicara pada wanita
  9. Menghargai sifat cemburu yang ada dalam wanita
  10. Merasa bersalah jika memang bersalah dan tidak ragu meminta maaf
Ketika sudah menikah
  1. Memaknakan kejantanan dengan cara memimpin dengan benar, bukan kejantanan ala pasar, memaksakan kekuasaan mutlak dalam keluarga
  2. Bersikap rasional, tidak membebani istri dengan pekerjaan berat di dalam dan di luar rumah
  3. Menyukai kedisiplinan, membagi waktu keluarga dan pekerjaam
  4. Tidak sering bepergian tanpa istri dan anaknya kecuali untuk kepentingan mendadak dan mendesak
  5. Bertanggung jawab terhadap keluarganya
  6. Punya sifat romantis yang lembut beradaptasi pada perasaan bukan hanya pada tubuh
  7. Tidak menuntut istri berlebihan menyediakan makanan dan minuman
  8. Selalu bersegera dalam memenuhi kewajiban istri dan anaknya
  9. Tidak menjadikan korektor terhadap berbagai cela istrinya, baik yang besar maupun kecil
  10. Tidak suka menyebut pemberiannya untuk istri, akan tetapi selalu mengajak istri bersyukur pada Allah
  11. Berusaha meperbaharui hidup bersama istri, berekreasi melepas penat bersama
  12. Tidak pernah berdusta pada istrinya, berusaha terbuka
  13. Selalu percaya pada istrinya
  14. Menjaga kehormatan dan kejantanannya, tidak memaki dan mengumpat apalagi menampar
  15. Tidak menyebarkan rahasia suami istri pada teman-temannya
  16. Bukan yang sombong atau merasa lebih tinggi dari istrinya
  17. Meninfaqkan harta untuk istri dan anak, tidak berlebihan, tapi juga tidak terlalu hemat/pelit
  18. Membantu wanita menghadapi hari akhirat.
Dimanakah kita bisa menemukan pria idaman ini ???
Tanyalah pada rumput yang bergoyang di hening malam.

jangan lewatkan, mohon dibaca.
kisah ini sangat menyentuh hati setiap orang.

Aku tidak pernah berpikir kalau hidupku masih bisa bernafas setelah kecelakaan tabrakan mobil yang membuatku koma selama 1 bulan lamanya. Istriku Angel berkata padaku, bahwa Tuhan masih sangat mencintaiku sehingga ia memberikan aku satu kehidupan baru dalam hidupku. Selama proses pemulihan aku hanya bisa duduk terbaring di kursi roda untuk melakukan aktifitas, sebagai anak tunggal satu-satunya dalam keluargaku, ayah dan ibu sangat mencintaiku.

Hidupku terlahir dengan kekayaan berlimpah, istriku cantik dan sejak kecil aku terbiasa dimanjakan sebagai anak orang kaya. Aku bersekolah di Australia saat lulus dari SMA dari Jakarta, menjadi orang kaya tidak membuatku dapat memiliki sahabat karena sifatku yang pendiam terlebih kata ibu sejak kecil aku mempunyai jantung yang lemah. Tidak heran mereka selalu mencemaskan keadaanku yang tidak pernah aku pikirkan, lucunya aku baru tau jantungku membusuk saat kecelakaan itu terjadi.

Aku duduk di teras rumahku yang menghadap ke laut Jawa dan memilih tempat itu sebagai masa penyembuhan dan rehabitasiku. Istriku sedang membuatkan aku segelas susu dan aku tanpa sengaja melihat sebuah buku novel tergeletak di meja teras, mungkin saja istriku baru membacanya dan menaruhnya disana. Aku membuka lembaran itu dan terselip sebuah foto antara aku, istri dan seorang sahabat yang telah lupa dalam ingatanku bernama Fernando.

Bukankah ini foto saat kami berada di Australia, Fernando berkerja sebagai pelayan kafe dan saat itu aku, istriku dan dia berfoto bersama saat berdiskusi. Istriku datang dan menghampiriku sembari meletakkan segelas susu di meja.

“ Mengapa foto ini ada disini sayang?” tanyaku
Istriku terkejut, mungkin karena ia takut gambar itu membuat aku teringat masa lalu.
“ Maaf aku tidak sengaja menemukan novel itu dari kiriman pos seseorang dan ketika membukanya terdapat foto kita semasa kuliah.”
Aku terdiam, istriku langsung seperti salah tingkah.
“ Ngomong-ngomong sekarang dimana Fernando, bukannya terakhir kita masih melihatnya saat bulan madu di Perth?”

Istriku terdiam, suara telepon tiba-tiba berdering dan dia langsung meminta izin untuk mengangkat. Aku hanya bisa mengenang foto kenangan itu, Fernando adalah sahabat pertama yang menjadi temanku saat aku nyaris mati karena kedinginan terserang hujan deras, ia bukan laki-laki beruntung seperti hidupku. Bahkan untuk menyambung hidupnya ia harus bekerja sebagai pelayan restoran, aku berterima kasih padanya karena berkatnya aku masih bisa hidup sampai detik ini.

Berkatnya juga aku bisa mengenal istri yang kucintai saat ini, persahabatan kami baik-baik saja hingga sebuah tragedi terjadi dalam hidup kami. Suatu ketika semua orang mempergunjing aku di kampus dan mengatakan aku seorang gay karena terlalu dekat dengan Fernando. Terang saja aku marah, kami normal dan dekat karena dialah satu-satunya sahabatku di Australia dan aku bahkan rela menghajar orang-orang yag menjelek-jelekkan sahabatku itu. Tapi pertanyaan it u terus menghantuiku, sebagian dari sahabatku memang pernah berbisik kalau sahabatku itu gaytapi Angel tidak pernah mengatakan begitu walaupun mereka sudah mengenal sebelum hadirnya aku.

Tapi hidup memang pahit, di mataku sendiri Fernando berciuman dengan sesama pasangan gay-nya. Aku hancur dan malu memiliki sahabat seperti dia, ada yang aneh ketika melihatnya berbuat demikian. Sidney memang kota bebas bagi gay, tapi tidak buat aku. Aku melupakan semua kebaikan yang pernah dia berikan padaku, jijik rasanya aku melihat monster itu hidup bersamaku selama ini. Aku tau Fernando melihatku memergokinnya saat itu, ia panik dan meminta maaf karena selama ini tidak jujur dengan statusnya, hal terakhir yang kudengar dari mulutnya adalah

“ Aku mungkin gay, tapi aku bukanlah monster yang ada disampingmu selama ini. Bagiku siapapun boleh menganggap aku manusia hina tapi janganlah kau sahabatku, karena kaulah satu-satunya sahabat dalam hidupku yang yatim piatu tanpa siapapun”

Aku tidak tergoda oleh kalimat itu walau terasa menyedihkan, kutinggalkan Sidney saat itu juga dengan membawa Angel pindah ke Perth. Aku tau Angel ingin menyarankan aku untuk menerima kenyataan tapi hatiku membeku dan tidak sudi memiliki sahabat gay dan menjijikkan seperti dia. Sejak saat itu aku tidak pernah melihatnya seperti yang aku katakan sebelumnya kami kembali bertemu saat aku sedang berbulan madu bersama istriku tepatnya 3 tahun setelah kami berpacaran di sebuah restoran mewah ketika Fernando mulai menjadi koki di restorant itu.

Aku sadar ini saat terakhir aku berjumpa dengannya, karena aku akan kembali ke Jakarta. Saran istriku padaku untuk setidaknya mengucapkan kata perpisahan dengannya aku turuti, aku pun mengundangnya minum kopi bersama sebagai sahabat lama walaupun di hatiku tidak pernah mau memaafkan statusnya sebagai gay. Kami bicara seadanya tentang hidup kami , dia mengucapkan selamat atas pernikahan kami. Dan kami pun berpisah, ketika pulang aku tidak mengingat semuanya selain sebuah mobil menabrakku dan aku pun koma hingga tidak sempat mengingat Fernando.

Istriku kembali, dengan wajah sedikit senduh dia duduk di sampingku.

“ Sayang, sebenarnya apa yang kamu pikirkan tentang foto itu”
“ Tidak ada selain pertanyaan ke mana Fernando saat ini?”

Istriku menunduk sambil berkata “ Dia ada disini..”. Aku menjadi bingung,
“ Maksudmu apa?”
“ Fernando tidak akan pernah ada di dunia ini lagi, tapi dia akan selalu ada di sini, tepatnya di jantung yang kamu miliki saat ini.”
“ Aku tidak mengerti maksudmu?”

Istriku menangis sambil bercerita, di saat-saat terakhir usai kecelakaan terjadi. Orang yang membawaku ke rumah sakit adalah Fernando, Dokter mengatakan bahwa jantungku sudah tidak berfungsi. Aku hanya memiliki waktu sedikit untuk tetap hidup dan dokter menyarankan Fernando mencari donor jantung. Istriku Angel begitu terkejut dengan berita kecelakaan itu, ia menangis di samping Fernando. Tidak mungkin mencari jantung yang tepat dalam waktu saat kondisi kritis seperti ini.

” Fernando, sebentar lagi Anthony akan menjadi seorang ayah, aku tidak lagi sanggup hidup bila bayi dalam kandunganku ini tidak memiliki ayah..” ujar Angel.

Fernando tersenyum dan berkata

“ Percayalah kalau Anthony ( namaku) akan tetap hidup di samping kamu untuk selamanya”

Itulah kata-kata terakhir dari istriku, Fernando mendekat pada dokter dan berkata ia mau mendonorkan jantungnya padaku. Dokter terang saja menolak keinginan Fernado karena tidak ada hukum yang mengizinkan orang sehat untuk berbuat demikian. Fernando tidak putus asa, baginya hidupnya yang sebatang kara tidak akan memiliki masa depan terlebih tak akan ada seorang pun yang peduli padanya. Ia dengar kalau hanya orang yang sekarat boleh mendonorkan dirinya, sahabatku melakukan tindakan bodoh.

Sesaat sebelum kematiannya ia menelepon Dokter dan mengatakan bahwa seseorang donor yang bersedia menyumbangkan jantungnya. Dokter bertanya siapa orang itu, dengan tersenyum dibalik telepon Fernando berkata “ Saya menunggu anda di belakang rumah sakit, jantung ini hanya bisa bertahan selama beberapa saat, saya mohon dokter kemarilah dalam waktu 10 menit.” Dengan berani Fernando menabrakkan dirinya pada sebuah truk yang lewat, dia mengorbankan dirinya untuk menjadi donor dalam keadan sekarat.

Angel menerima kabar itu usai operasiku berjalan lancar saat itu ia hendak bertanya sosok donor yang menyumbangkan jantungnya dan berpikir untuk mengucapkan terima kasih pada keluarga, dokter mengatakan sang donor adalah Fernando. Angel tidak mungkin mengatakan kejadian itu padaku, ia hanya ingin menunggu saat yang tepat dan saat inilah aku tau. Aku hanya bisa menangis di atas makam sahabatku. Entah bertapa bodohnya aku tidak pernah mengerti arti sahabat dalam kehidupanku. Kalau saja saat itu aku memaafkan apa yang terjadi mungkin tidak akan ada penyesalan dalam hidupku.

“ Dia sahabat yang tidak hanya menolong hidupku satu kali tapi dua kali, bukanlah dia yang seharusnya meminta maaf tapi akulah yang meminta maaf tidak pernah mengerti bertapa dia adalah sahabat sejati dalam hidupku, aku terlalu egois mengatakan bahwa dia gay dan dia adalah petaka dalam hidupku. Mungkin kata dia terakhir padaku tidak akan pernah terlupa dalam ingatanku, ia memang gay tapi ia bukanlah monster yang akan mencintai sahabatnya sendiri.”

Aku tidak akan pernah melupakan hal ini, walaupun hidupku berjalan dengan waktu, semoga kisahku tidak membuat kalian menjadi seperti aku. Ingatlah sahabat itu hadir dalam hidup kita tanpa pernah kita sadari bahwa sejatinya tidak ada manusia yang sempurna dalam hidup ini. anakku terlahir beberapa bulan kemudian dan untuk mengenang sahabatku, keberikan nama Fernando padanya.

Gay, lesbi , pria buta, wanita bisu mereka adalah manusia yang memiliki hati untuk mencintai dan kasih dalam persahabatan. Setidaknya kita menyadari saat ini sebelum terlambat.

********************************************